Saturday, November 8, 2014
Namanya IBU
Friday, November 7, 2014
Intropeksi Diri atau Memperbaiki Orang Lain
Kenapa?
Karena kekurangan orang lain lebih cepat menyita perhatian kita daripada kelebihannya. Kita akan lebih cepat mengkritik dan meminta dan bahkan kadang cenderung memaksa agar orang tersebut berubah sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kalau dia menolak, kita akan lebih cepat kecewa dan marah.
Jadi prosesnya memang serba cepat, mulai dari mengkritik, meminta dia berubah sesuai dengan keinginan kita, sampai dengan kekecewaan yang mungkin kita dapat jika harapan itu tidak sesuai dengan harapan kita atau bahkan tidak ada perubahan yang berarti.
Capek kan kalau dibayangin akan terjadi seperti itu? Yang ada hanya rasa "Sakitnya Tuh Disini" plus bonus "Sakit Kepala."
Sebenarnya kalau kita mau belajar intropeksi dan memperbaiki diri sendiri daripada memperbaiki orang lain itu akan lebih menentramkan hati.
Wahhhh bukannya akan lebih "Sakitnya Tuh Disisni" plus "Sakit Kepala" karena kayaknya kita baik-baik saja kok, tidak ada yang salah dalam sikap dan perilaku kita.
Tapi INGAT, itukan menurut kita, bukan menurut kebanyakan orang.
Coba kita simulasi ya...
Misalnya ada orang yang "kita anggap" telah memperlakukan kita dengan buruk, seperti dia mencela hasil kerja kita padahal kita sudah mati-matian supaya hasil kerjanya bisa memuaskan.
Jangan keburu emosi dulu, fokus saja pada hasil kerja kita tadi. Kemudian telaah apa memang ada yang luput dari perkiraan kita, nah jika memang ada yang harus diperbaiki, segeralah perbaiki maka itu akan membuat hasil kerja kita menjadi lebih baik dari sebelumnya. Namun jika kita tidak menemukan kekurangannya, maka coba gali lagi informasi dari si "pengkritik" siapa tahu dia bisa menunjukkan secara detil dan memberikan saran.
"Ih gengsi banget minta saran dari si pengkritik"
Hahaha kalau begitu, cari ilmunya sendiri, belajar sendiri agar menjadi lebih baik. Jadikanlah tantangan untuk terus majuuuuuuuuuuu.
Percayalah jika kita rajin intropeksi dan meperbaiki diri sendiri, secara tidak langsung kita telah menyebarkan energi positif di sekeliling kita.
Tapi INGAT jangan menuntut orang lain untuk memperbaiki diri karena sudah memperbaiki diri ya ;)
Serahkan semua perubahan baik pada diri kita itu hanya kepada Tuhan, yang penting kita sudah memiliki nilai lebih di mata Tuhan.
Inshaa'Allah segala efek timbal balik yang kita rasakan akan terasa luar biasa.
Mau coba?
Silahkan buktikan sendiri...
Wednesday, November 5, 2014
7 Kesalahan Saat Memulai Bisnis MLM
Anda pasti pernah mendengar dan melihat betapa banyak orang yang sukses di dunia bisnis MLM, dimana seseorang yang asalnya betul-betul bangkrut kemudian dalam waktu sangat singkat dalam hitungan bulan tiba-tiba menjadi "Super Star" dan menghasilkan sebuah kisah sukses dengan penghasilan hingga puluhan atau bahkan ratusan juta setiap bulan. Kemudian Anda di depan cermin melihat "Seorang" yang sudah tahunan menggeluti bisnis MLM dan status keungan "orang tersebut" tidak lebih baik dari sewaktu pertama memulainya.
Ya, orang tersebut bisa jadi Anda sendiri. Kini Anda bertanya-tanya, apakah Anda bisa mempercayai kisah-kisah sukses yang dulu membuat Anda tertarik dengan bisnis.
Kenyataannya adalah sederhana: kisah-kisah sukses tersebut bukan sekedar Legenda atau Khayalan, kalau Anda perlu MLM dan belum mencapainya hampir dipastikan Anda melakukan 1 hingga 7 Kesalahan Terbesar di Awal Karir Bisnis ANda. OK, kini saatnya Anda intropeksi dan mengoreksi kesalahan-kesalahan tersebut.
1. Anda Menganggap MLM Sebagai Bisnis Yang Tidak Butuh Kerja Keras
Apakah MLM sebuah bisnis yang konsepnya sangat sederhana? Ya. Apakah cukup bekerja seadanya untuk mencapai kesuksesan di dunia MLM? Tidak, tidak dan tidak! Sebagian besar pelaku MLM beranggapan bahwa mereka dapat bergabung dengan bisnis MLM dan beberapa bulan kemudian mereka telah mendapatkan bonus puluhan juta tanpa kerja keras. Hal tersebut sama sekali tidak benar. Para konsultan sukses MLM yang telah menikmati bonus bulanan hingga ratusan juta setiap bulan akan mengatakan "Anda harus bekerja keras dan cerdas dengan sistem yang ada dan penghasilan Anda bisa mencapai puluhan bakhan ratusan juta setiap bulan."
Koreksi: Anda harus menyadari bahwa bisnis MLM adalah suatu bisnis yang harus Anda kerjakan dengan penuh komitmen. Bedanya pekerjaan konvensional adalah Anda kini menentukan sendiri seberapa tinggi Anda ingin sukses dan tidak perlu repot memlulainya, sebab perusahaan MLM sudah menyediakan semua sistem: manajemen, produk, sistem bonus dan training.
2. Anda Tidak Memiliki Target Yang Jelas! Kenapa Anda Harus Bergabung Dengan Perusahaan MLM?
• Bonus yang besar
• Sebanyak-banyaknya.
Dengan pengertian dan jawaban seperti itu, berapa kira-kira bonus yang akan Anda hasilkan? Tidak banyak. Ingat, MLM adalah suatu bisnis dan Anda harus mempunyai target yang jelas untuk sukses dalam suatu bisnis. Cukup masuk akal bukan? Anda harus tahu berapa bonus yang ingin Anda dapatkan 6 bulan, 1-2 tahun yang akan datang dst. Apa yang Anda lakukan dengan bonus-bonus tersebut: membeli BMW 325i baru? Mengajak keluarga berwisata? Lalu kenapa 95% orang tidak memiliki target yang jelas? Karena umumnya orang takut untuk membuat suatu target. Bagaimana kalau tidak tercapai? Begitulah umumnya pikiran 95% orang. Itu sebabnya 95% orang tersebut tidak puas dengan hidup mereka, 95% orang tidak merasa mereka telah mencapai sesuatu yang dapat mereka banggakan.
BESAR (dream big dreams).
Koreksi: Pertama, buatlah suatu sistem dimana Anda bisa terus menerus mensponsori member baru. Ingat, New members = new blood = new life. Sponsori semuanya langsung oleh Anda hingga Anda menemukan 3-5 individual yang betul-betul komitmen untuk sukses apapun resikonya. Berikan training kepada individual tersebut. Setelah mereka mandiri dalam 2-3 bulan, carilah lagi member baru untuk menggantikan mereka yang telah mandiri. Kemudian pantaulah perkembangan para leaders Anda: diskusi, presentasi dan bila perlu beramah-tamah untuk mempererat hubungan. Ajarkan kepada mereka untuk melakukan hal yang sama terhadap para leaders mereka. Artinya, duplikasikan kepedulian Anda kepada seluruh organisasi Anda.
• Lakukan promosi offline dengan memberikan presentasi yang optimal dan terus menerus untuk mensponsori konsultan baru.
• Lakukan promosi online untuk mensponsori konsultan baru dan binalah secara online.
• Lakukan training kepada Jaringan Anda agar menduplikasikan ke-3 hal tersebut di atas.
Kamu Tidak Akan Bisa Sukses di MOMENT
Kalimat "Kamu Tidak Akan Bisa Sukses di MOMENT" bisa digunakan untuk bidang bisnis apa saja. Tapi karena you know lah, saya cinta banget dengan MOMENT jadi tulisan ini saya dedikasikan untuk kamu kamu dan kamu yang belum nyemplung disini.
Yappp, kamu gak akan bisa sukses di MOMENT, kalau:
KALAU KAMU BUKAN MEMBER MOMENT
Yang sudah jadi member saja belum tentu sukses (semua tergantung ACTION), apalagi yang belum menjadi member, makanya join dulu dong.
GENGSIAN
Iya sih, sudah gabung tapi gengsinya masih dinomor satukan.
Katanya butuh bimbingan, katanya gak tau gimana cara memulainya. Eh sudah dijelasin cara memulainya, masih gak mau memulai juga. 1001 macam alasan yang bertebaran, mulai dari malu lah, gak pede lah, gak bakat lah, gak ada waktu lah, eeeehhhhh ternyata ketahuan alasan utamanya adalah GENGSI, tapi kalau buat status galau di social media kok gak ada rasa gengsinya ya, padahal galau itu gak baik lohhhh.
Ohiya, banyak orang yang salah fokus kalau sudah ngomongin GENGSI, arti sebenarnya adalah menaikkan derajat tapi kok aku liat kamu gengsi malah gak naikkan derajat kamu malah berasa kayak dipermalukan oleh pekerjaannya. Buat saya, yang namanya gengsi itu dilihat dari HASIL kerjanya bukan dari jenis pekerjaanya (tapi yang halal ya).
"Sales mbak", wahhhh kamu belum tahu ya, orang kaya di dunia ini hidupnya justru dari BERDAGANG/PENGUSAHA, mulai dari pengusaha property hingga dagang telur ayam. Lihat hasil akhirnya dong, kalau kamu masih hidup dengan KETERPAKSAAN jangan gedein gengsinya. Nah kalau sudah berhasil, kan enak kalau bisa hidup denan banyak pilihan.
SENSITIF
Semua upline amanah dan jempolan, dimana-mana pengen banget downlinenya naik peringkat. Nah, kalau ini sedikit-sedikit kesel, ntar marah, habis itu ngambek, eh mood kerjanya datang dan pergi, ya mana bisa sukses.
SAYA SUDAH TAHU
Kalau dikasih tahu sama upline selalu bilang "saya sudah tahu kok" atau "iya, sudah ngerti kok".
Namanya bisnis mentoring, pasti ada step by step kerjanya. Harus kudu mau rela rendah hati untuk belajar dari yang sudah duluan jalaninnya, walaupun mentornya itu lebih muda usianya. Dalam bisnis, kita tidak mengenal gender dan usia, kan pas ngajak kamu gak ditanyain umurnya berapa? pengalamannya apa? siapa yang mulai duluan, dialah pembimbingmu.
GAMPANG KENA HASUT
Misalnya lagi mau coba mengajak orang untuk join, trus orang itu bilang
"itu kan susah"
"itu kan dia, kamu mana bisa sukses?"
Kalau di kasih tiupan positif, ikutan postif. Kalau kena angin negatif, pikirannya ikut negatif, itu mah gak punya pendirian. Ada masalah dikit, ada komplenan orang lain, eh ikutan berpikiran negatif. Tiba-tiba dengar orang naik level, ikutan panas dan semangatnya langsung menggebu tapi sayang semangatnya hilang dengan cepat pula. Sibuk dengerin kanan kirinya bicara apa, tapi kerjaannya sendiri gak diliat sudah benar atau belum caraya. Bisinis ini pakai ilmu NGACA, sudah benar belum? sudah serius belum? sudah rapi belum kerjanya? Coba ukur lagi niatnya dan motivasinya. Suksesnya bisnis yang kamu jalankan ditentukan oleh si pemilik mimpi. Jangan terlalu serius dengerin angin yang bicara kanan kiri, yaaaa gak heran kalau kehidupan bisnisnya juga kayak angin. Sayup-sayup kedengaran, sayup-sayup hilang.
KERJA SEENAKNYA SENDIRI
Emang sih kerjanya fleksibel tapi bukan berarti kerjanya suka-suka sendiri. Kadang semangat, kadang tidak. Kadang rajin, kadang malas. Malah lebih banyak malasnya dengan alasan "ah bisa besok, bisa bentar, bisa lusa." Ribuan orang di prospekin "kerjanya enak kok, kerjanya suka-suka" wahhhhh kurang tepat propekan kamu, tepatnya "pilih jam kerjamu sendiri, fleksibel tapi jalankan dengan serius dan sepenuh hati"
MALAS
Susah deh, gak ada yang bisa berantas kemiskinan kamu sendiri kalau kamunya sendiri malas. Impian kamu boleh besar, tapi silahkanlah bermimpi di siang bolong , kalau gak dikerjakan gimana mau dapat hasilnya? Sudahlah, jangan banyak argumentasi, gak usah dibantah, dimana-mana orang malas tidak layak sukses.
Gabung di MOMENT bersama team PARTY harus siap kerja dan siap SUKSES. Kalau gak siap kerja? Jangan kecewa dengan hasil yang kamu dapatkan :)
More info tentang bisnis MOMENT?
BBM: 5527126F
LINE/IG: rezkyhardiantik
SMS: 089610038338
Salam sukses ^^
Text Widget
Saturday, November 8, 2014
Namanya IBU
Friday, November 7, 2014
Intropeksi Diri atau Memperbaiki Orang Lain
Kenapa?
Karena kekurangan orang lain lebih cepat menyita perhatian kita daripada kelebihannya. Kita akan lebih cepat mengkritik dan meminta dan bahkan kadang cenderung memaksa agar orang tersebut berubah sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kalau dia menolak, kita akan lebih cepat kecewa dan marah.
Jadi prosesnya memang serba cepat, mulai dari mengkritik, meminta dia berubah sesuai dengan keinginan kita, sampai dengan kekecewaan yang mungkin kita dapat jika harapan itu tidak sesuai dengan harapan kita atau bahkan tidak ada perubahan yang berarti.
Capek kan kalau dibayangin akan terjadi seperti itu? Yang ada hanya rasa "Sakitnya Tuh Disini" plus bonus "Sakit Kepala."
Sebenarnya kalau kita mau belajar intropeksi dan memperbaiki diri sendiri daripada memperbaiki orang lain itu akan lebih menentramkan hati.
Wahhhh bukannya akan lebih "Sakitnya Tuh Disisni" plus "Sakit Kepala" karena kayaknya kita baik-baik saja kok, tidak ada yang salah dalam sikap dan perilaku kita.
Tapi INGAT, itukan menurut kita, bukan menurut kebanyakan orang.
Coba kita simulasi ya...
Misalnya ada orang yang "kita anggap" telah memperlakukan kita dengan buruk, seperti dia mencela hasil kerja kita padahal kita sudah mati-matian supaya hasil kerjanya bisa memuaskan.
Jangan keburu emosi dulu, fokus saja pada hasil kerja kita tadi. Kemudian telaah apa memang ada yang luput dari perkiraan kita, nah jika memang ada yang harus diperbaiki, segeralah perbaiki maka itu akan membuat hasil kerja kita menjadi lebih baik dari sebelumnya. Namun jika kita tidak menemukan kekurangannya, maka coba gali lagi informasi dari si "pengkritik" siapa tahu dia bisa menunjukkan secara detil dan memberikan saran.
"Ih gengsi banget minta saran dari si pengkritik"
Hahaha kalau begitu, cari ilmunya sendiri, belajar sendiri agar menjadi lebih baik. Jadikanlah tantangan untuk terus majuuuuuuuuuuu.
Percayalah jika kita rajin intropeksi dan meperbaiki diri sendiri, secara tidak langsung kita telah menyebarkan energi positif di sekeliling kita.
Tapi INGAT jangan menuntut orang lain untuk memperbaiki diri karena sudah memperbaiki diri ya ;)
Serahkan semua perubahan baik pada diri kita itu hanya kepada Tuhan, yang penting kita sudah memiliki nilai lebih di mata Tuhan.
Inshaa'Allah segala efek timbal balik yang kita rasakan akan terasa luar biasa.
Mau coba?
Silahkan buktikan sendiri...
Wednesday, November 5, 2014
7 Kesalahan Saat Memulai Bisnis MLM
Anda pasti pernah mendengar dan melihat betapa banyak orang yang sukses di dunia bisnis MLM, dimana seseorang yang asalnya betul-betul bangkrut kemudian dalam waktu sangat singkat dalam hitungan bulan tiba-tiba menjadi "Super Star" dan menghasilkan sebuah kisah sukses dengan penghasilan hingga puluhan atau bahkan ratusan juta setiap bulan. Kemudian Anda di depan cermin melihat "Seorang" yang sudah tahunan menggeluti bisnis MLM dan status keungan "orang tersebut" tidak lebih baik dari sewaktu pertama memulainya.
Ya, orang tersebut bisa jadi Anda sendiri. Kini Anda bertanya-tanya, apakah Anda bisa mempercayai kisah-kisah sukses yang dulu membuat Anda tertarik dengan bisnis.
Kenyataannya adalah sederhana: kisah-kisah sukses tersebut bukan sekedar Legenda atau Khayalan, kalau Anda perlu MLM dan belum mencapainya hampir dipastikan Anda melakukan 1 hingga 7 Kesalahan Terbesar di Awal Karir Bisnis ANda. OK, kini saatnya Anda intropeksi dan mengoreksi kesalahan-kesalahan tersebut.
1. Anda Menganggap MLM Sebagai Bisnis Yang Tidak Butuh Kerja Keras
Apakah MLM sebuah bisnis yang konsepnya sangat sederhana? Ya. Apakah cukup bekerja seadanya untuk mencapai kesuksesan di dunia MLM? Tidak, tidak dan tidak! Sebagian besar pelaku MLM beranggapan bahwa mereka dapat bergabung dengan bisnis MLM dan beberapa bulan kemudian mereka telah mendapatkan bonus puluhan juta tanpa kerja keras. Hal tersebut sama sekali tidak benar. Para konsultan sukses MLM yang telah menikmati bonus bulanan hingga ratusan juta setiap bulan akan mengatakan "Anda harus bekerja keras dan cerdas dengan sistem yang ada dan penghasilan Anda bisa mencapai puluhan bakhan ratusan juta setiap bulan."
Koreksi: Anda harus menyadari bahwa bisnis MLM adalah suatu bisnis yang harus Anda kerjakan dengan penuh komitmen. Bedanya pekerjaan konvensional adalah Anda kini menentukan sendiri seberapa tinggi Anda ingin sukses dan tidak perlu repot memlulainya, sebab perusahaan MLM sudah menyediakan semua sistem: manajemen, produk, sistem bonus dan training.
2. Anda Tidak Memiliki Target Yang Jelas! Kenapa Anda Harus Bergabung Dengan Perusahaan MLM?
• Bonus yang besar
• Sebanyak-banyaknya.
Dengan pengertian dan jawaban seperti itu, berapa kira-kira bonus yang akan Anda hasilkan? Tidak banyak. Ingat, MLM adalah suatu bisnis dan Anda harus mempunyai target yang jelas untuk sukses dalam suatu bisnis. Cukup masuk akal bukan? Anda harus tahu berapa bonus yang ingin Anda dapatkan 6 bulan, 1-2 tahun yang akan datang dst. Apa yang Anda lakukan dengan bonus-bonus tersebut: membeli BMW 325i baru? Mengajak keluarga berwisata? Lalu kenapa 95% orang tidak memiliki target yang jelas? Karena umumnya orang takut untuk membuat suatu target. Bagaimana kalau tidak tercapai? Begitulah umumnya pikiran 95% orang. Itu sebabnya 95% orang tersebut tidak puas dengan hidup mereka, 95% orang tidak merasa mereka telah mencapai sesuatu yang dapat mereka banggakan.
BESAR (dream big dreams).
Koreksi: Pertama, buatlah suatu sistem dimana Anda bisa terus menerus mensponsori member baru. Ingat, New members = new blood = new life. Sponsori semuanya langsung oleh Anda hingga Anda menemukan 3-5 individual yang betul-betul komitmen untuk sukses apapun resikonya. Berikan training kepada individual tersebut. Setelah mereka mandiri dalam 2-3 bulan, carilah lagi member baru untuk menggantikan mereka yang telah mandiri. Kemudian pantaulah perkembangan para leaders Anda: diskusi, presentasi dan bila perlu beramah-tamah untuk mempererat hubungan. Ajarkan kepada mereka untuk melakukan hal yang sama terhadap para leaders mereka. Artinya, duplikasikan kepedulian Anda kepada seluruh organisasi Anda.
• Lakukan promosi offline dengan memberikan presentasi yang optimal dan terus menerus untuk mensponsori konsultan baru.
• Lakukan promosi online untuk mensponsori konsultan baru dan binalah secara online.
• Lakukan training kepada Jaringan Anda agar menduplikasikan ke-3 hal tersebut di atas.
Kamu Tidak Akan Bisa Sukses di MOMENT
Kalimat "Kamu Tidak Akan Bisa Sukses di MOMENT" bisa digunakan untuk bidang bisnis apa saja. Tapi karena you know lah, saya cinta banget dengan MOMENT jadi tulisan ini saya dedikasikan untuk kamu kamu dan kamu yang belum nyemplung disini.
Yappp, kamu gak akan bisa sukses di MOMENT, kalau:
KALAU KAMU BUKAN MEMBER MOMENT
Yang sudah jadi member saja belum tentu sukses (semua tergantung ACTION), apalagi yang belum menjadi member, makanya join dulu dong.
GENGSIAN
Iya sih, sudah gabung tapi gengsinya masih dinomor satukan.
Katanya butuh bimbingan, katanya gak tau gimana cara memulainya. Eh sudah dijelasin cara memulainya, masih gak mau memulai juga. 1001 macam alasan yang bertebaran, mulai dari malu lah, gak pede lah, gak bakat lah, gak ada waktu lah, eeeehhhhh ternyata ketahuan alasan utamanya adalah GENGSI, tapi kalau buat status galau di social media kok gak ada rasa gengsinya ya, padahal galau itu gak baik lohhhh.
Ohiya, banyak orang yang salah fokus kalau sudah ngomongin GENGSI, arti sebenarnya adalah menaikkan derajat tapi kok aku liat kamu gengsi malah gak naikkan derajat kamu malah berasa kayak dipermalukan oleh pekerjaannya. Buat saya, yang namanya gengsi itu dilihat dari HASIL kerjanya bukan dari jenis pekerjaanya (tapi yang halal ya).
"Sales mbak", wahhhh kamu belum tahu ya, orang kaya di dunia ini hidupnya justru dari BERDAGANG/PENGUSAHA, mulai dari pengusaha property hingga dagang telur ayam. Lihat hasil akhirnya dong, kalau kamu masih hidup dengan KETERPAKSAAN jangan gedein gengsinya. Nah kalau sudah berhasil, kan enak kalau bisa hidup denan banyak pilihan.
SENSITIF
Semua upline amanah dan jempolan, dimana-mana pengen banget downlinenya naik peringkat. Nah, kalau ini sedikit-sedikit kesel, ntar marah, habis itu ngambek, eh mood kerjanya datang dan pergi, ya mana bisa sukses.
SAYA SUDAH TAHU
Kalau dikasih tahu sama upline selalu bilang "saya sudah tahu kok" atau "iya, sudah ngerti kok".
Namanya bisnis mentoring, pasti ada step by step kerjanya. Harus kudu mau rela rendah hati untuk belajar dari yang sudah duluan jalaninnya, walaupun mentornya itu lebih muda usianya. Dalam bisnis, kita tidak mengenal gender dan usia, kan pas ngajak kamu gak ditanyain umurnya berapa? pengalamannya apa? siapa yang mulai duluan, dialah pembimbingmu.
GAMPANG KENA HASUT
Misalnya lagi mau coba mengajak orang untuk join, trus orang itu bilang
"itu kan susah"
"itu kan dia, kamu mana bisa sukses?"
Kalau di kasih tiupan positif, ikutan postif. Kalau kena angin negatif, pikirannya ikut negatif, itu mah gak punya pendirian. Ada masalah dikit, ada komplenan orang lain, eh ikutan berpikiran negatif. Tiba-tiba dengar orang naik level, ikutan panas dan semangatnya langsung menggebu tapi sayang semangatnya hilang dengan cepat pula. Sibuk dengerin kanan kirinya bicara apa, tapi kerjaannya sendiri gak diliat sudah benar atau belum caraya. Bisinis ini pakai ilmu NGACA, sudah benar belum? sudah serius belum? sudah rapi belum kerjanya? Coba ukur lagi niatnya dan motivasinya. Suksesnya bisnis yang kamu jalankan ditentukan oleh si pemilik mimpi. Jangan terlalu serius dengerin angin yang bicara kanan kiri, yaaaa gak heran kalau kehidupan bisnisnya juga kayak angin. Sayup-sayup kedengaran, sayup-sayup hilang.
KERJA SEENAKNYA SENDIRI
Emang sih kerjanya fleksibel tapi bukan berarti kerjanya suka-suka sendiri. Kadang semangat, kadang tidak. Kadang rajin, kadang malas. Malah lebih banyak malasnya dengan alasan "ah bisa besok, bisa bentar, bisa lusa." Ribuan orang di prospekin "kerjanya enak kok, kerjanya suka-suka" wahhhhh kurang tepat propekan kamu, tepatnya "pilih jam kerjamu sendiri, fleksibel tapi jalankan dengan serius dan sepenuh hati"
MALAS
Susah deh, gak ada yang bisa berantas kemiskinan kamu sendiri kalau kamunya sendiri malas. Impian kamu boleh besar, tapi silahkanlah bermimpi di siang bolong , kalau gak dikerjakan gimana mau dapat hasilnya? Sudahlah, jangan banyak argumentasi, gak usah dibantah, dimana-mana orang malas tidak layak sukses.
Gabung di MOMENT bersama team PARTY harus siap kerja dan siap SUKSES. Kalau gak siap kerja? Jangan kecewa dengan hasil yang kamu dapatkan :)
More info tentang bisnis MOMENT?
BBM: 5527126F
LINE/IG: rezkyhardiantik
SMS: 089610038338
Salam sukses ^^






