Yang dapat saya rasakan saat ini adalah sudah bukan waktunya saya berlari versi dunia tentunya, yang setelah saya peroleh semuanya lalu saya merasa bahwa bukan ini dan bukan itu arti bahagia, lalu DIMANA?
Dan saya mengayunkan langkah untuk mencari Allah SWT, dan langkah pertama saya mengenakan jilbab. Sumber idenya adalah dari sifat romantisme saya, jika saya ingin mendekat kepada kekasih saya maka hal pertama yang saya lakukan adalah mempercantik dir, Allah SWT mencintai hambanya yang menutup auratnya dengan hijab, perhiasan seorang wanita muslimah adalah akhlaknya yang solehah, orang akan mengenal saya bahwa saya muslimah karena jilbab yang saya kenakan, karena jika saya tidak mengenakan jilbab maka saya tidak ada bedanya dengan nonmuslim, hanya ini langkah awal saya. HANYA INI!!!
Dalam proses kemudian, sedikit demi sedikit saya mulai
meninggalkan rok mini, bahkan blus lengan
pendek apalagi celana pendek. Lalu saya mulai
berhenti mewarnai dan meluruskan rambut gelombang dan entah
mengapa saya merasa lebih cantik dengan membuang jauh-jauh pakaian itu,
sahabat saya bilang “Yan, yang penting kan hati, kamu tidak perlu berjilbab pun kamu bisa menjadi baik“,
sahabat saya tidak salah tapi untuk saya jilbab adalah sifat taat
terhadap ALLAH SWT dan sifat sosial saya dari menjaga diri saya terhadap
tarikan tarikan mata mahluk bernama laki laki,
yang kadang tak mampu menutup mata saat perempuan cantik berseliweran di hadapannya
dan hijab ini melindungi saya dari tangan setan sebagai alat
penggoda, NO!!!
Bukankah indah akan semakin indah bila
tertutup, akan menarik jika ia tidak terlihat, akan tetap menjadi
misteri, yang tidak pernah akan selesai kecuali memiliki, sesuatu yang
tidak bisa disingkap apalagi disentuh akan menimbulkan kerinduan. Yang
tersembunyi dengan baik dan terjaga akan memiliki nilai yang tinggi, tanpa hijab tidak ada daya tarik, tidak ada KERINDUAN. Bukankah ALLAH SWT
adalah misteri dan tersembunyi maka kita semua merindukanNYA, bisa
dibayangkan jika ALLAH terlihat oleh mata dunia kita kan?
Iya, inilah saya yang tidak pernah punya
jawaban mengapa saya tiba-tiba kesetrum dan mengenakan jilbab, hanya
ALLAH SWT yang memiliki jawabannya karena saya tidak sanggup menjawab, yang
pasti ketika kening menyentuh sajadah, ketika airmata tumpah saat
tahajud, ketika tangan terangkat tinggi-tinggi untuk memohon ampunan,
ketika titik NOL adalah titik kepasrahan saya atas semua yang ALLAH SWT
titipkan kepada saya, ketika tidak ada lagi jarak antara ALLAH SWT dan saya,
ketika jilbab saya menutup dada saya, ketika rok panjang semata kaki
menjadi perhiasan saya kini, maka inilah kebahagian yang sesungguhnya
saya cari kemarin.
Doakan saya kuat yah dan istiqomah
dengan langkah yang saya ayunkan ini. Doakan saya kuat dan istiqomah
yah dengan tarian tanpa topeng ini, dengan dawai tasbih dan hamdallah,
saya ingin berpulang dengan pakaian yang disukai ALLAH SWT
Ya ALLAH kuatkan saya, hingga saya menutup mata, mempertanggung jawabkan semua perbuatan saya di mahkamah agung milikMU.
*dibalik kerudung wajahmu tersembunyi … [rhoma irama mode ON]*











