Wednesday, October 17, 2012

Mengapa Saya Berhijab?

Honestly, saya tidak punya jawaban yang pasti. Saya hanya ingin pulang kembali kepada Allah SWT.
Yang dapat saya rasakan saat ini adalah sudah bukan waktunya saya berlari versi dunia tentunya, yang setelah saya peroleh semuanya lalu saya merasa bahwa bukan ini dan bukan itu arti bahagia, lalu DIMANA?

Dan saya mengayunkan langkah untuk mencari Allah SWT, dan langkah pertama saya mengenakan jilbab. Sumber idenya adalah dari sifat romantisme saya, jika saya ingin mendekat kepada kekasih saya maka hal pertama yang saya lakukan adalah mempercantik dir, Allah SWT mencintai hambanya yang menutup auratnya dengan hijab, perhiasan seorang wanita muslimah adalah akhlaknya yang solehah, orang akan mengenal saya bahwa saya muslimah karena jilbab yang saya kenakan, karena jika saya tidak mengenakan jilbab maka saya tidak ada bedanya dengan nonmuslim, hanya ini langkah awal saya. HANYA INI!!!

Dalam proses kemudian, sedikit demi sedikit saya mulai meninggalkan rok mini, bahkan blus lengan pendek apalagi celana pendek. Lalu saya mulai berhenti mewarnai dan meluruskan rambut gelombang dan entah mengapa saya merasa lebih cantik dengan membuang jauh-jauh pakaian itu, sahabat saya bilang “Yan, yang penting kan hati, kamu tidak perlu berjilbab pun kamu bisa menjadi baik“, sahabat saya tidak salah tapi untuk saya jilbab adalah sifat taat terhadap ALLAH SWT dan sifat sosial saya dari menjaga diri saya terhadap tarikan tarikan mata mahluk bernama laki laki, yang kadang tak mampu menutup mata saat perempuan cantik berseliweran di hadapannya dan hijab ini melindungi saya dari tangan setan sebagai alat penggoda, NO!!!

Bukankah indah akan semakin indah bila tertutup, akan menarik jika ia tidak terlihat, akan tetap menjadi misteri, yang tidak pernah akan selesai kecuali memiliki, sesuatu yang tidak bisa disingkap apalagi disentuh akan menimbulkan kerinduan. Yang tersembunyi dengan baik dan terjaga akan memiliki nilai yang tinggi, tanpa hijab tidak ada daya tarik, tidak ada KERINDUAN. Bukankah ALLAH SWT adalah misteri dan tersembunyi maka kita semua merindukanNYA, bisa dibayangkan jika ALLAH terlihat oleh mata dunia kita kan?

Iya, inilah saya yang tidak pernah punya jawaban mengapa saya tiba-tiba kesetrum dan mengenakan jilbab, hanya ALLAH SWT yang memiliki jawabannya karena saya tidak sanggup menjawab, yang pasti ketika kening menyentuh sajadah, ketika airmata tumpah saat tahajud, ketika tangan terangkat tinggi-tinggi untuk memohon ampunan, ketika titik NOL adalah titik kepasrahan saya atas semua yang ALLAH SWT titipkan kepada saya, ketika tidak ada lagi jarak antara ALLAH SWT dan saya, ketika jilbab saya menutup dada saya, ketika rok panjang semata kaki menjadi perhiasan saya kini, maka inilah kebahagian yang sesungguhnya saya cari kemarin.

Doakan saya kuat yah dan istiqomah dengan langkah yang saya ayunkan ini. Doakan saya kuat dan istiqomah yah dengan tarian tanpa topeng ini, dengan dawai tasbih dan hamdallah, saya ingin berpulang dengan pakaian yang disukai ALLAH SWT)
Ya ALLAH kuatkan saya, hingga saya menutup mata, mempertanggung jawabkan semua perbuatan saya di mahkamah agung milikMU.
*dibalik kerudung wajahmu tersembunyi … [rhoma irama mode ON]*

Kasih Sayang Seorang Ibu

Saat kau berumur 1 tahun, Ibu menyuapi dan memandikanmu.
Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam
Saat kau berumur 2 tahun, Ibu mengajarimu bagaimana cara berjalan.
Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu
 Saat kau berumur 3 tahun, Ibu memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang.
Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.
Saat kau berumur 4 tahun, Ibu memberimu pensil berwarna.
Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja mekan.
Saat kau berumur 5 tahun, Ibu membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah.
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.
Saat kau berumur 6 tahun, Ibu mengantarmu pergi ke sekolah.
Sebagai balasannya, kau berteriak."NGGAK MAU!!"
Saat kau berumur 7 tahun, Ibu membelikanmu bola.
Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke rumah tetangga.
 Saat kau berumur 8 tahun, Ibu memberimu es krim.
Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.
Saat kau berumur 9 tahun, Ibu membayar mahal untuk kursus bahasamu.
Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.
Saat kau berumur 10 tahun, Ibu mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun.
Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.

Saat kau berumur 11 tahun, Ibu mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop.
Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain.
Saat kau berumur 12 tahun, Ibu melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa.
Sebagai balasannya, kau tunggu sampai dia di keluar rumah.
Saat kau berumur 13 tahun, Ibu menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya.
Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.
Saat kau berumur 14 tahun, Ibu membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan.
Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya.
Saat kau berumur 15 tahun, Ibu pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.
Saat kau berumur 16 tahun, Ibu ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.

Saat kau berumur 17 tahun, Ibu sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.
Saat kau berumur 18 tahun, Ibu menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.
Saat kau berumur 19 tahun, Ibu membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.
Saat kau berumur 20 tahun, Ibu bertanya, "Dari mana saja seharian ini?"
Sebagai balasannya, kau jawab,"Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!"
Saat kau berumur 21 tahun, Ibu menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan.
Sebagai balasannya, kau katakan,"Aku tidak ingin seperti Ibu."
Saat kau berumur 22 tahun, Ibu memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.
Saat kau berumur 23 tahun, Ibu membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.
Saat kau berumur 24 tahun, Ibu bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh,"Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?"
Saat kau berumur 25 tahun, Ibu mambantumu membiayai penikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km

Saat kau berumur 30 tahun, Ibu memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,"Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!"
Saat kau berumur 40 tahun, Ibu menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat.
Sebagai balasannya, kau jawab,"Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu."
Saat kau berumur 50 tahun, Ibu sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya

Dan hingga suatu hari, Ibu meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu.

Text Widget

Wednesday, October 17, 2012

Mengapa Saya Berhijab?

Honestly, saya tidak punya jawaban yang pasti. Saya hanya ingin pulang kembali kepada Allah SWT.
Yang dapat saya rasakan saat ini adalah sudah bukan waktunya saya berlari versi dunia tentunya, yang setelah saya peroleh semuanya lalu saya merasa bahwa bukan ini dan bukan itu arti bahagia, lalu DIMANA?

Dan saya mengayunkan langkah untuk mencari Allah SWT, dan langkah pertama saya mengenakan jilbab. Sumber idenya adalah dari sifat romantisme saya, jika saya ingin mendekat kepada kekasih saya maka hal pertama yang saya lakukan adalah mempercantik dir, Allah SWT mencintai hambanya yang menutup auratnya dengan hijab, perhiasan seorang wanita muslimah adalah akhlaknya yang solehah, orang akan mengenal saya bahwa saya muslimah karena jilbab yang saya kenakan, karena jika saya tidak mengenakan jilbab maka saya tidak ada bedanya dengan nonmuslim, hanya ini langkah awal saya. HANYA INI!!!

Dalam proses kemudian, sedikit demi sedikit saya mulai meninggalkan rok mini, bahkan blus lengan pendek apalagi celana pendek. Lalu saya mulai berhenti mewarnai dan meluruskan rambut gelombang dan entah mengapa saya merasa lebih cantik dengan membuang jauh-jauh pakaian itu, sahabat saya bilang “Yan, yang penting kan hati, kamu tidak perlu berjilbab pun kamu bisa menjadi baik“, sahabat saya tidak salah tapi untuk saya jilbab adalah sifat taat terhadap ALLAH SWT dan sifat sosial saya dari menjaga diri saya terhadap tarikan tarikan mata mahluk bernama laki laki, yang kadang tak mampu menutup mata saat perempuan cantik berseliweran di hadapannya dan hijab ini melindungi saya dari tangan setan sebagai alat penggoda, NO!!!

Bukankah indah akan semakin indah bila tertutup, akan menarik jika ia tidak terlihat, akan tetap menjadi misteri, yang tidak pernah akan selesai kecuali memiliki, sesuatu yang tidak bisa disingkap apalagi disentuh akan menimbulkan kerinduan. Yang tersembunyi dengan baik dan terjaga akan memiliki nilai yang tinggi, tanpa hijab tidak ada daya tarik, tidak ada KERINDUAN. Bukankah ALLAH SWT adalah misteri dan tersembunyi maka kita semua merindukanNYA, bisa dibayangkan jika ALLAH terlihat oleh mata dunia kita kan?

Iya, inilah saya yang tidak pernah punya jawaban mengapa saya tiba-tiba kesetrum dan mengenakan jilbab, hanya ALLAH SWT yang memiliki jawabannya karena saya tidak sanggup menjawab, yang pasti ketika kening menyentuh sajadah, ketika airmata tumpah saat tahajud, ketika tangan terangkat tinggi-tinggi untuk memohon ampunan, ketika titik NOL adalah titik kepasrahan saya atas semua yang ALLAH SWT titipkan kepada saya, ketika tidak ada lagi jarak antara ALLAH SWT dan saya, ketika jilbab saya menutup dada saya, ketika rok panjang semata kaki menjadi perhiasan saya kini, maka inilah kebahagian yang sesungguhnya saya cari kemarin.

Doakan saya kuat yah dan istiqomah dengan langkah yang saya ayunkan ini. Doakan saya kuat dan istiqomah yah dengan tarian tanpa topeng ini, dengan dawai tasbih dan hamdallah, saya ingin berpulang dengan pakaian yang disukai ALLAH SWT)
Ya ALLAH kuatkan saya, hingga saya menutup mata, mempertanggung jawabkan semua perbuatan saya di mahkamah agung milikMU.
*dibalik kerudung wajahmu tersembunyi … [rhoma irama mode ON]*

Kasih Sayang Seorang Ibu

Saat kau berumur 1 tahun, Ibu menyuapi dan memandikanmu.
Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam
Saat kau berumur 2 tahun, Ibu mengajarimu bagaimana cara berjalan.
Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu
 Saat kau berumur 3 tahun, Ibu memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang.
Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.
Saat kau berumur 4 tahun, Ibu memberimu pensil berwarna.
Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja mekan.
Saat kau berumur 5 tahun, Ibu membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah.
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.
Saat kau berumur 6 tahun, Ibu mengantarmu pergi ke sekolah.
Sebagai balasannya, kau berteriak."NGGAK MAU!!"
Saat kau berumur 7 tahun, Ibu membelikanmu bola.
Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke rumah tetangga.
 Saat kau berumur 8 tahun, Ibu memberimu es krim.
Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.
Saat kau berumur 9 tahun, Ibu membayar mahal untuk kursus bahasamu.
Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.
Saat kau berumur 10 tahun, Ibu mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun.
Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.

Saat kau berumur 11 tahun, Ibu mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop.
Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain.
Saat kau berumur 12 tahun, Ibu melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa.
Sebagai balasannya, kau tunggu sampai dia di keluar rumah.
Saat kau berumur 13 tahun, Ibu menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya.
Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.
Saat kau berumur 14 tahun, Ibu membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan.
Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya.
Saat kau berumur 15 tahun, Ibu pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.
Saat kau berumur 16 tahun, Ibu ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.

Saat kau berumur 17 tahun, Ibu sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.
Saat kau berumur 18 tahun, Ibu menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.
Saat kau berumur 19 tahun, Ibu membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.
Saat kau berumur 20 tahun, Ibu bertanya, "Dari mana saja seharian ini?"
Sebagai balasannya, kau jawab,"Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!"
Saat kau berumur 21 tahun, Ibu menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan.
Sebagai balasannya, kau katakan,"Aku tidak ingin seperti Ibu."
Saat kau berumur 22 tahun, Ibu memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.
Saat kau berumur 23 tahun, Ibu membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.
Saat kau berumur 24 tahun, Ibu bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh,"Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?"
Saat kau berumur 25 tahun, Ibu mambantumu membiayai penikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km

Saat kau berumur 30 tahun, Ibu memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,"Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!"
Saat kau berumur 40 tahun, Ibu menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat.
Sebagai balasannya, kau jawab,"Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu."
Saat kau berumur 50 tahun, Ibu sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya

Dan hingga suatu hari, Ibu meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu.